DGeoEducation

Menjaga Manusia

dalam Pendidikan di Era AI

AI semakin hadir dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pendidikan. Mencari informasi semakin mudah, menyusun tulisan semakin cepat, dan berbagai tugas dapat dibantu oleh AI. Di tengah perubahan itu, ada pertanyaan yang lebih mendasar.

Ketika jawaban semakin mudah diperoleh, bagaimana memastikan proses belajar tetap terjadi?
Pendidikan menentukan posisi AI.
AI membantu. Manusia mengarahkan dan menentukan.
Perubahan yang sedang terjadi

Pendidikan di era ketika jawaban semakin mudah

Selama bertahun-tahun, hasil belajar sering terlihat dari jawaban, tugas, laporan, karya tulis, presentasi, atau ujian yang dihasilkan seseorang. Kini AI dapat membantu menghasilkan banyak hal tersebut dengan sangat cepat.

Sebuah tulisan yang baik belum tentu menunjukkan bahwa seseorang memahami apa yang ditulisnya. Jawaban yang benar belum tentu menunjukkan bagaimana seseorang sampai pada jawaban tersebut. Presentasi yang lengkap belum tentu menunjukkan bahwa proses belajar benar-benar terjadi.

Karena itu, hadirnya AI membuat kita perlu melihat pendidikan lebih dalam dari sekadar hasil akhirnya.

Proses manusia

Pendidikan bukan sekadar menghasilkan jawaban

Belajar adalah proses manusia. Di dalamnya ada proses memahami, bertanya, mencoba, mengalami kesalahan, memperbaiki, membandingkan, berdiskusi, memberikan alasan, mempertimbangkan pilihan, dan akhirnya menentukan.

01

Memahami

Membangun pemahaman, bukan hanya menerima hasil.

02

Mencoba

Mengalami proses, termasuk salah dan memperbaiki.

03

Mempertimbangkan

Membandingkan, berdiskusi, dan memberi alasan.

04

Menentukan

Mengambil keputusan sebagai bagian dari proses belajar.

Semakin AI mampu memberikan jawaban, semakin pendidikan perlu menjaga proses manusia sebelum sampai pada jawaban.
Menguasai tanpa menyerahkan

Menguasai AI bukan berarti menyerahkan proses berpikir

Kemampuan menggunakan AI akan menjadi salah satu kemampuan yang berguna di berbagai bidang. Pelajar dapat mencari perspektif lain, pengajar dapat menyiapkan materi, dan institusi dapat memanfaatkannya untuk berbagai proses pendidikan.

Namun kemampuan menggunakan AI berbeda dengan menyerahkan seluruh proses kepada AI. Manusia tetap perlu memahami apa yang sedang dikerjakan, memberikan konteks, menilai hasil, mengoreksi, mempertimbangkan pilihan, dan menentukan keputusan akhirnya.

Prinsip

Menguasai AI bukan berarti menyerahkan proses berpikir kepada AI.

Kemudahan dan jalan pintas

Manusia secara alami mencari kemudahan

Teknologi berkembang untuk membantu manusia melakukan sesuatu dengan lebih mudah. Dalam pendidikan, kemudahan itu dapat menjadi peluang sekaligus tantangan.

belajar → memahami → mencoba → memperbaiki → menghasilkan jawaban
memasukkan pertanyaan → mendapatkan jawaban AI → menyalin → mengumpulkan

Masalahnya bukan semata-mata pada penggunaan AI. Masalah muncul ketika kemudahan memperoleh hasil menggantikan proses belajar yang seharusnya dijalani manusia.

Mengarahkan kemudahan

Bukan hanya “gunakan AI dengan bijak”

Proses pendidikan juga perlu dirancang agar kemudahan AI membantu manusia menjalani proses belajar, bukan melewatinya.

AI dapat membantu memahami persoalan dari beberapa sudut pandang, menguji pendapat, memberikan pertanyaan balik, menunjukkan kemungkinan kesalahan, menawarkan alternatif, atau membantu eksplorasi lebih jauh.

Tetapi manusia tetap perlu memberikan pemahaman awal, mempertimbangkan respons AI, menerima atau menolak dengan alasan, memperbaiki pemikirannya, dan menentukan hasil akhirnya.

Jangan hanya berharap manusia menggunakan AI dengan benar. Rancang proses agar AI membantu manusia menjalani proses yang benar.
Masing-masing pada porsinya

Pendidikan menentukan posisi AI

AI tidak harus selalu digunakan hanya karena AI tersedia. Posisi AI ditentukan oleh manusia berdasarkan tujuan pembelajaran, tahap perkembangan, kemampuan yang sedang dibentuk, dan konteks pendidikan.

Digunakan

Ketika AI membantu eksplorasi, pemahaman, latihan, simulasi, atau proses lain yang relevan.

Diarahkan atau Dibatasi

Ketika tujuan pendidikan membutuhkan batas dan cara penggunaan tertentu.

Tidak Digunakan

Ketika proses tertentu memang perlu dijalani manusia untuk membentuk kemampuan yang sedang dipelajari.

Pertanyaan utamanya

Apa yang sedang ingin dibentuk melalui proses pendidikan ini, dan di mana AI sebaiknya ditempatkan?

Pendidikan menentukan posisi AI, bukan AI menentukan arah pendidikan.

Bukan pro-AI atau anti-AI

Yang dijaga adalah porsi manusia

DGeoEducation tidak berangkat dari posisi bahwa AI harus selalu digunakan dalam pendidikan. DGeoEducation juga tidak berangkat dari posisi bahwa AI harus dijauhkan dari pendidikan.

Setiap tahap pendidikan, usia, kemampuan, tujuan pembelajaran, dan konteks dapat membutuhkan pendekatan yang berbeda.

Yang dijaga bukan jarak manusia terhadap AI. Yang dijaga adalah agar manusia tidak kehilangan porsinya ketika AI semakin mampu membantu.

Menjaga manusia

AI adalah teknologi. Pendidikan adalah proses manusia.

Teknologi dapat berubah sangat cepat. Tetapi pendidikan tetap berhubungan dengan manusia yang sedang belajar, berkembang, memahami dunia, berinteraksi dengan manusia lain, mengambil keputusan, dan menjalani tanggung jawabnya.

Menjaga manusia bukan berarti menjaga manusia dari AI. Menjaga manusia berarti menjaga agar manusia tetap menjalani proses, peran, dan tanggung jawabnya dalam pendidikan.

Prinsip DGeo

AI membantu. Manusia mengarahkan dan menentukan.

A

AI Membantu

Memperluas akses pengetahuan, menjelaskan dengan berbagai pendekatan, membantu eksplorasi, simulasi, latihan, pencarian alternatif, dan proses lainnya.

M

Manusia Mengarahkan

Menentukan apa yang ingin dipelajari, konteks dan informasi yang relevan, bagaimana AI digunakan, serta kapan hasilnya perlu dipertanyakan atau dikoreksi.

M

Manusia Menentukan

Menilai, mempertimbangkan, memilih, dan menentukan—termasuk kapan AI membantu, kapan perlu dibatasi, dan kapan proses sebaiknya dijalani tanpa AI.

Melihat proses

Dari hasil belajar menuju proses belajar

Ketika AI mampu menghasilkan jawaban dengan kualitas yang semakin baik, hasil akhir saja semakin sulit digunakan untuk melihat apakah proses belajar benar-benar terjadi.

Bagaimana seseorang sampai pada jawabannya?

Apa pemahaman awalnya?

Apa yang berubah setelah berdiskusi atau mencari informasi?

Mengapa ia menerima suatu pendapat dan menolak pendapat lainnya?

Bagaimana ia memperbaiki kesalahan?

Apa alasan di balik keputusan akhirnya?

Pertanyaan-pertanyaan ini mengembalikan perhatian pendidikan kepada proses belajar manusia.

Tidak satu pendekatan untuk semua

Setiap tahap pendidikan dapat membutuhkan pendekatan berbeda

Anak usia dini, pelajar sekolah dasar dan menengah, mahasiswa, pendidikan vokasi, pendidikan akademik, serta pendidikan nonformal memiliki kebutuhan dan konteks yang berbeda.

Posisi AI perlu ditentukan berdasarkan manusia yang sedang belajar, kemampuan yang sedang dibentuk, tujuan pembelajaran, dan konteks pendidikan yang sedang berlangsung.

Satu ekosistem pendidikan

Bukan hanya persoalan pelajar

Menjaga manusia dalam pendidikan di era AI melibatkan banyak pihak yang berada dalam ekosistem yang sama.

Pelajar dan Pembelajar

Bagaimana AI membantu belajar tanpa mengambil alih proses belajar?

Orang Tua dan Wali

Bagaimana mendampingi anak ketika AI tersedia hampir setiap saat?

Guru, Dosen, dan Pengajar

Bagaimana merancang proses belajar ketika jawaban dapat diperoleh dengan sangat mudah?

Sekolah, Perguruan Tinggi, dan Lembaga Pendidikan

Bagaimana kebijakan, metode pembelajaran, dan evaluasi perlu beradaptasi?

Lembaga Pendidikan Nonformal

Bagaimana teknologi membantu pembelajaran tanpa kehilangan tujuan pembentukan kemampuan manusia?

Masyarakat

Bagaimana memahami perubahan cara belajar, bekerja, dan memperoleh pengetahuan ketika AI semakin hadir?

Pengambil Kebijakan

Bagaimana membuka manfaat teknologi sekaligus menjaga tujuan pendidikan dan perkembangan manusia?

Bagaimana kita menjaga manusia dalam pendidikan di era AI?
Pertanyaan yang perlu dibuka bersama

Kita belum harus mempunyai semua jawabannya

Bagaimana menilai proses belajar ketika AI dapat membantu menghasilkan tugas?

Bagaimana membedakan AI sebagai alat belajar dengan AI sebagai jalan pintas?

Kemampuan apa yang semakin penting ketika informasi dan jawaban semakin mudah diperoleh?

Pada usia berapa dan untuk proses apa AI sebaiknya mulai digunakan?

Kapan AI membantu? Kapan perlu dibatasi? Kapan manusia perlu menjalani prosesnya sendiri?

Mendengarkan dunia nyata

Memulai dari apa yang benar-benar terjadi

DGeoEducation tidak terburu-buru menawarkan satu aplikasi sebagai jawaban untuk seluruh persoalan pendidikan di era AI. Kami ingin memulai dari sesuatu yang lebih mendasar: memahami apa yang sedang terjadi.

Mendengarkan pelajar, orang tua, guru dan dosen, sekolah dan lembaga pendidikan, masyarakat, serta pengambil kebijakan.

Dari persoalan nyata, kita mencari pendekatan yang memang dibutuhkan.

Pendekatan, metode, proses, sistem, atau teknologi seharusnya mengikuti kebutuhan pendidikan. Bukan pendidikan yang dipaksa mengikuti teknologi.

DGeoEducation

Menjaga Manusia dalam Pendidikan di Era AI

AI akan terus berkembang. Kemampuannya akan terus bertambah. Cara manusia belajar pun akan terus berubah. Di tengah perubahan tersebut, ada sesuatu yang perlu terus kita jaga: manusia dan proses belajarnya.

Pendidikan menentukan posisi AI.
AI membantu.
Manusia mengarahkan.
Manusia menentukan.

Mari Membicarakan Pendidikan di Era AI

Apakah Anda melihat perubahan cara belajar karena hadirnya AI? Apakah Anda seorang pelajar, orang tua, pengajar, pengelola lembaga pendidikan, atau bagian dari masyarakat yang sedang menghadapi perubahan ini?

Ceritakan apa yang terjadi di dunia nyata.

Dari sana, kita dapat mulai memahami apa yang benar-benar perlu dijaga, diperbaiki, atau dikembangkan.